"Slama ini, kau terus berjalan dan berjalan. Tanpa pernah menoleh. Sedangkan aku terus mengejar dari belakang. Akhirnya aku tersadar. Sejauh apapun aku berlari. Seberapa banyak langkah yang kutempuh. Selamanya. Aku tidak akan pernah menggapaimu. Karna kau tidak pernah berhenti untuk menungguku."
Aku selalu bertanya pada malam. Mengapa ia selalu terlihat senyap, hening, sunyi atau apapun itu namanya. Bahkan disaat bulan menemaninya. Kerlipan cahaya bintang-bintang membahana. Malam tetap saja terlihat kesepian.
Seperti aku. Mungkin. Tanpamu, segala kehangatan selalu pudar mengikuti alur waktu yagn tidak pernah berhenti, menoleh untuk sedetik. Tidak juga berhenti, menunggu aku yang sedang berlari mengejar. Lalu dimanakah letak kesempurnaan malam, disaat aku sendiri, tanpa dirimu?
Orang menyebutku naif, saat aku berharap mesin waktu tersedia, kantong doraemon diperjualbelikan dan remote penghenti waktu. Namun, apakah aku salah? Aku tidak pernah meminta apapun dari kehidupan. Kecuali satu hal. Menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.
Perfectionist, Dreamer and Artistic. A girl that love to smile all the time. Sometimes like to hide in her own world. Even she has a lots of friends, yet, just some of them who knows the real she is.