Thursday, October 15, 2009

Can I ??

I asked to the wind,
Can I touch you??
The wind blows.

I asked to the sun,
Can I meet you??
The sun burns me.

I asked to the moon and stars,
Can I pick you??
The moon smiles and the stars wink.

I asked to the love,
Can I know you??
The love gives me heart broken.

Wednesday, October 14, 2009

Life and Fairy Tales

Life is not a fairy tales.
Wanna know the different??
Fairy tales always have a happy ending.
But life not.

I try my best to get up,
but at the last, I always fallen down again.

Thousand of tears to exchange for one happiness.
It's deserve.

I have cried for thousand times,
but,
where is my happiness??

Tuesday, October 13, 2009

Duniaku

Aku terduduk di samping sebuah jendela besar. Dengan mata sendu, aku menyapu seluruh pemandangan yang terpancar diluar jendela besar itu.
Aku bertanya pada diriku sendiri, "Apa yang kuinginkan?"
Tidak ada jawaban.
Aku kembali bertanya, "Mengapa aku merasa ada yang kurang dalam hidupku?"
Tidak ada jawaban juga.
Kemana harus kucari jawaban itu??
Untuk beberapa hari ini, aku merasa semua yang kulakukan hanyalah sebuah kebohongan belaka.

Sebuah senyuman palsu untuk membahagiakan orang-orang di sekitarku.
Sebuah candaan garing yang kulontarkan.
Sebuah percakapan basi yang diperbincangakan di sela waktu.
Sebuah kebohongan diri.

Ada apa dengan diriku??
Tidak ada yang bisa menjawab.
Sebab tidak ada yang mengenalku sedalam diriku sendiri.
Disaat aku tidak menemukan jawaban atas pertanyaanku, rasanya mustahil bagi orang lain untuk menjawabnya.
Aku memisahkan diri dari semua orang.
Menikmati rasa kesepian dalam kesendirianku.
Ada yang kurang, hatiku terus berbisik pada otakku.

Saat semua orang terlelap pada malam hari.
Aku akan bangun.
Hidup dalam sebuah dunia yang kurangkai sendiri dengan imajinasi yang tidak pernah lekang oleh waktu.
Aku menyukai dunia yang kubuat.
Tapi aku masih tahu jelas yang mana nyata dan fiktif,
walaupun orang sering berkata antara imajinasi dan kenyataan itu hampir tidak ada batas.
Kadang aku menangis tanpa sebab.
Kesal tanpa amarah.
Apa yang terjadi pada diriku.
Duniaku ternyata terlalu rumit untuk diriku sendiri.

Ada saatnya aku memikirkan bagaimana jika aku meninggalkan semuanya??
Tapi aku merasa sayang dan bunuh diri, dosa terbesar dalam agamaku.
Aku ingin bercerita.
Tapi tidak tahu kepada siapa.
Aku ingin seseorang menemaniku.
Tapi tidak ada orang yang tepat.
Harus berapa lama lagi aku hidup dalam dunia ini?
Dunia yang tidak dapat kumegerti.

Tuesday, September 15, 2009

White Lies

Angie menemukan dirinya sendiri terlihat anggun dalam balutan gaun kemben putih dalam sebuah cermin panjang yang berada di samping kamar mandinya.
Dia membubuhkan sedikit make-up minimalize ke wajahnya yang putih dan mengoleskan sedikit lip-gloss pink nude ke bibirnya.
Merasa dirinya sudah rapi dan siap, dia menginjakkan kakinya keluar dari kamarnya.
Hari ini Angie dan Joe akan menghadiri pesta perkawinan sahabat mereka, Edward dan Bella.
Sedari lima belas menit yang lalu, Joe sudah tiba di depan rumah Angie, tapi gadis itu menyuruhnya menunggu karna dia belum siap berpakaian dan make up.
Begitu melihat Angie keluar dari rumah, Joe yang terlihat sedang cemberut sudah tidak dapat menahan omelannya lagi.
"Loe ini lama banget? Dandan ampe gimana pun, kalo uda jeleq ya jeleq. Bikin gue na nunggu gitu lama." Joe membukakan pintu mobil selayaknya seorang gentleman
"Hoee....kan gue nyuruh jemputnya jam 12 keatas bukannya jam 11 keatas. Salah sapa coba?? Lagian loe itu buta ya? Gue, cewek paling cute ini masa dibilang jelek? Pengen gue tonjok?"
"Nah...keluar kan sifat asli loe itu. Tampang emang innocent, feminim, tapi kelakuan, beh...macam preman aja. Jujur dee ama gue. Loe sebenarnya cowok apa cewek sih?"
"Joee........." Angie memasang muka beteq sebeteq beteq na.
"Uda. Uda. Cepetan naek. Uda mau dimulai nih acara na."

Dengan kecepatan Joe yang mengemudi ala Initial D, dalam kurun waktu 20 menit, mereka sudah tiba di tempat acara dilangsungkan.
Dari lapangan parkir saja, sudah terlihat kemegahan dari acara perkawinan yang akan dilaksanakan sebentar lagi.
Tamu-tamu sudah berdatangan memenuhi garden party para mempelai.
Di tengah-tengah taman terdapat sebuah air mancur yang bertulisan nama mempelai laki-laki dan wanita.
Angie berjalan sambil menggandeng lengan Joe memasuki perkarangan taman.
Tampak kedua penyambut tamu yang berbalut gaun hijau muda dengan bando yang terbuat dari daun menyambut mereka berdua.
Dengan santai sambil bercanda, mereka berdua mencari tempat duduk yang nyaman, dan tidak berapa lama kemudian, terdengar suara sang pembawa acara yang mempersilahkan sang mempelai wanita memasuki taman.
Bella terlihat sangat sangat cantik dengan gaun pengantinnya yang berpotongan rendah serta cagar mini yang menutupi rambutnya yang tergerai panjang nan indah. Setidaknya itulah pendapat Angie dalam hati. Diam-diam dia mengagumi Bella yang sedang berjalan lambat ditemani papanya menuju ke altar perkawinan.
Di depan altar, Edward telah menunggu dengan senyumannya yang khas.
Upacara perkawinan berlangsung dengan tenang dan khidmat. Dengan lancarnya, kedua mempelai tersebut mengucapkan janji setia mereka sebagai sepasang suami istri yang akan menempuh hidup baru.
Dan disaat Edward menjawab, "I do", Angie dan Joe bertepuk tangan dengan kerasnya yang kemudian diikuti para undangan yang lain.
Joe melanjutkan, "Kiss the bride." dengan lantangnya disusul dengan siulan nakal
Edward dan Bella masih terlihat malu-malu saat diminta untuk berciuman, tapi beberapa detik kemudian, mereka berciuman dan Joe bersiul dengan lebih keras lagi diiringi suara background tepuk tangan riuh dari para penonton.

"Terima kasih ya, sudah datang hari ini. Gue tahu kalian berdua ini orang yang super sibuk." seru Edward
"Loe itu sahabat kami berdua. Masa kami ga mau menghadiri pernikahan loe." timpal Joe
Lalu mereka bertiga tertawa bersama dan beberapa kali mereka membicarakan kejadian-kejadian konyol semasa masa SMA mereka.
Beberapa saat kemudian, Joe permisi untuk menyapa teman-teman yang lain. Kini tinggal Edward dan Angie berdua disana.
"Gue ga pernah nyangka bakalan menikah dengan Bella. Semua ini berkat loe. Thanks ya, Gie."
"Apaan sih?"
"Ya, loe tau kan. Dari dulu gue ini cuma suka loe seorang aja. Ga pernah ada cewek lain di hati gue. Gue menunggu loe dengan tidak pastinya dan berharap suatu saat nanti loe bisa berdiri di samping gue dan dengan bangganya kuteriakkan pada dunia bahwa loe ini pacar gue. Sayang, harapan gue itu tidak pernah kesampaian, tapi gue uda merasa cukup puas saat tahu loe pernah punya perasaan ke gue. Setidaknya penantian gue yang bertahun-tahun itu tidak sia-sia. Gue mendapat jawaban atas doa gue. Gue pernah ada di hatimu dan itu benar-benar uda lebih dari cukup. Gie, terima kasih sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup gue. Loe cinta pertama gue dan jujur aja,selama gue dengan Bella, kadang gue masih bisa mengingatmu, tapi loe selalu menyemangati gue untuk tidak pernah melukai Bella karna dia seorang gadis yang sangat baik dan mencintai gue apa adanya. Terima kasih sudah memberikan hadiah yang begitu berharga ke gue. Untuk seterusnya, gue akan menjaga Bella seumur hidupku. Dan untuk selamanya loe akan tetap jadi bagian dari hati gue."
Angie hanya tersenyum dengan kecut dan mengangguk-angguk kepalanya, sebagai tanda dia speechless setelah mendengar semua perkataan Edward yang begitu mengena di hatinya.
"Lagi bicaraan apaan?? Jangan-jangan cinta lama bersemi kembali ya, Ed?" goda Joe yang baru datang sambil memegang dua gelas minuman yang segelasnya lagi diberikan kepada Angie.
"Apaan sih?" Angie meninju bahu Joe dengan ringan
Joe hanya tersenyum sambil meneguk minumannya.
"Jadi, kalian berdua ini rencananya mau jomblo sampe kapan? Kalian ini uda 27 tahun. Sudah saatnya memikirkan untuk berkeluarga." Edward memasukkan kedua tangannya ke dalam kantongnya
"Gue masi pengen jomblo. Slama ini belum ketemu cewek yang bisa ngertiin gue. Baru jalan ga ampe 3 bulan uda putus. Dan ampe hari ini label 'Playboy' masih melekat erat di pandangan orang tentang gue." jawab Joe dengan entengnya
"Sama. Gue belum nemuin bule yang gue idamkan. Loe berdua tahu kan. Gue pengen banget kawin ama bule, atau setidaknya orang Korea juga boleh."
"Jangan ngarep dee. Muka pas-pas an begini masih milih lagi. Pengen bule lah. Korea lah. Gue aja ga mau sama loe, apalagi mereka." canda Joe
"Sialan loe." Angie menjotos lengan Joe dengan setengah kekuatannya sehingga cowok itu meringgis kesakitan

Acara perkawinan Edward dan Bella berakhir pada sore hari. Sebelum Angie dan Joe pulang, mereka mengucapkan selamat menempuh hidup baru sekali lagi kepada sahabat mereka yang akan menempuh hidup baru.
Jarak antara tempat acara dan lapangan parkir cukup jauh dan memerlukan waktu sekitar 5-8 menit. Joe berjalan duluan dan Angie menyusul dari belakang. Angie menatap keatas langit senja yang menhasilkan perpaduan warna antara jingga, kuning dan merah dengan sempurna.
Dia mengingat kembali kejadian 7 tahun yang lalu.

Masih segar di ingatannya, disaat Joe mengatakan padanya bahwa Edward menyukainya. Joe selalu menyuruhnya untuk mempertimbangkan perasaan Edward kepadanya, tapi Angie selalu menolak dan menjawab, "Dia tidak akan pernah menyukai Edward."
Dan setahun kemudian, Edward belajar keluar negeri, disana dia berkenalan dengan Bella. Kedekatan Edward dan Bella yang semakin lama semakin dekat membuat Angie sempat cemburu. Rasa cemburu itu timbul bukan karena Angie menyukai Edward, tapi semua itu semata-mata karna Angie tidak pernah suka orang yang berada disekitarnya meninggalkan dia.
Berkali-kali Joe berpacaran dengan cewek lain dan kemudian putus. Berkali-kali juga Angie merasa kehilangan Joe hingga akhirnya dia merasa kebal terhadap rasa kehilangannya pada Joe. Dia selalu merasa Joe akan tetap kembali ke sisinya, tapi hal ini tentu saja beda dengan situasi Edward.
Selama ini Edward tidak pernah meninggalkannya, baik disaat Angie menyukai orang lain maupun menolak keberadaannya. Dan dia yakin jika Edward melepaskannya, dia tidak akan pernah kembali lagi seperti Joe.
Rasa keegoisan Angie membuatnya salah menerjemahkan perasaannya kepada Edward, dia mengira dia menyukai Edward. Sehingga dia membuat pernyataan bahwa dia pernah menyukai Edward dan dia merasa sangat sedih dan kehilangan akan diri Edward.
Tetapi selang dua hari kemudian, Angie bahkan tidak merasakan rasa sedih ataupun kehilangan itu lagi. Dia mulai merasa nyaman dengan keberadaan Edward dan Bella yang sudah menuju tahap yang lebih jauh.
Dia berpikir keras dan menyadari bahwa rasa sedihnya akan kehilangan Edward bukan karna dia menyukai Edward. Rasa suka itu pernah menghampirinya di saat pertama kali dia bekenalan dengan Edward, tapi bukan rasa suka sebagaimana mestinya perasaan suka seorang wanita ke laki-laki, tapi perasaan suka terhadap sesama teman.
Dari pertama kali hingga sekarang, Angie tidak pernah menyukainya lebih dari perasaan suka seorang teman yang selalu menemaninya disaat dia sedih dan mendapat masalah.
Dan kebohongan inilah yang dia simpan selama 7 tahun ini tanpa diketahui siapapun, tidak oleh sahabat dekatnya, Joe maupun Edward.
Dia selalu merasa bersalah setiap kali Edward mengatakan betapa bahagianya dia bahwa Angie, wanita yang dicintainya, pernah memiliki perasaan terhadapnya. Angie tidak sanggup merenggut kebahagian itu dari Edward.
Sudah terlalu banyak yang dikorbankan Edward untuknya selama ini dan jika satu kebohongan itu bisa membahagiakan Edward, dia rela untuk menjadikan kebohongan itu menjadi kenyataan di depan mata Edward.

Joe melambaikan tangannya menyuruh Angie berjalan lebih cepat. Angie tersenyum lebar dan berlari kearah Joe. Dirangkulnya lengan Joe dengan erat seraya menghirup udara sore yang segar.
"Lambat amet?? Gue uda pengen cepat-cepat pulang. Kerjaan gue masih banyak, ga kayak loe yang bisa molor sampai siang."
Angie tidak menjawab dan hanya cengegesan di depan Joe.
Dalam hati dia berkata, "
Sebenarnya sejak SMA sampai detik ini, orang yang tidak sanggup kuhapuskan dari hatiku adalah kamu, Joe. Aku menyukai kamu dari dulu hingga sekarang. Hanya saja kamu tidak pernah menyadarinya. Disaat aku mempunyai masalah, orang pertama yang kuingat adalah kamu. Disaat kamu mendapat masalah, aku jugalah orang pertama yang kuatir dan menanyakan keadaanmu. Aku pernah berniat mengungkapkan perasaan ini padamu, tapi aku takut hubungan kita yang baru akan menghancurkan persahabatan kita ini. Aku takut jika kamu pergi lagi, kamu tidak akan pernah kembali lagi kesisiku. Aku takut tidak akan bisa terus bermanjaan lagi denganmu. Aku takut kamu tidak akan pernah bercerita tentang pacar-pacar barumu lagi. Aku takut kita tidak bisa sedekat ini lagi. Untuk itulah aku bersedia untuk menciptakan satu kebohongan lagi tentang aku hanya menyukaimu sebatas teman. Aku lebih memilih persahabatan yang abadi ini daripada harus kehilangan dirimu. Karena aku sudah memahami arti cinta sebenarnya. Cinta tidak harus saling memiliki. Cinta tidak harus saling mengetahui. Semua sudah cukup jika cinta bisa hidup dihati dan tidak akan pernah mati."

P.S : Makasih banget buat ketiga tokoh dalam cerita gue kali ini yang secara tidak sengaja gue pertemukan dalam cerita gue ini. Cerita ini murni dari inspirasi dan imajinasi gue yang super duper tinggi.hohohoho... Happy reading.

Sunday, August 16, 2009

Strangers

Each day, everybody has his/her own routine.
Some of them go to school.
Some of them go to college.
Some of them go to office.

Each day, everybody has his/her own way to reach that place.
Some of them take bus.
Some of them take taxi.
Some of them take car.

Each day, everybody will meet different people.
Some of them meet their old friends.
Some of them meet their ex-girlfriend/boyfriend.
Some of them meet stangers.

We never know the strangers that we meet/pass everyday,
Maybe in the bus.
Maybe in the street.
Maybe in the office.
Maybe in the school.
Someday will the person that we love the most and afraid to losing her/him.

Wednesday, July 22, 2009

Rhythm of the Rain

Can u hear it??
Tik...tik...tik....
The rhythm of the rain is begin.
Starts by a slow movement
Then become faster and faster.....
The rain is keep singing.....
Wishes that everybody will be stop
and just listening to its rhythm.
Hopes that it will sweap away all the sadness....

Sunday, May 10, 2009

Love in Voice

This story is about how to protect the person that u love the most,
even though, u're not by his/ her side anymore.
U'll find a way to protect her.
No matter what, how & when.

Do you believe that there's a person that has the same voice with us??
from 10 people, maybe just 2-3 people believe it.
So do I.
I don't believe it, until someday.

***
On that day, I was having an accident and hurt my leg.
I was talking with my friend through my mobile phone and suddenly,
there was a guy go approach me.
Then he was said that "Can we speak for a while??"
I was shock at the moment then I said," Fine"
We sat together then he start asked me,
"Do u realize that we're having the same voice??"
"Do we??" I answer with asking back
"Yeah.  So, instead of we're having the same voice, could u please do me a favor??  Please??"
I was silent and didn't know have to answer Yes or No.
Then he continued,
"If u're willing to help me.  I will tell u all about my life story.  The doctor said that my change to live only 3 months left.  I can't left my mother in this way.  She can't hold this all.  I'm dreadful her.  So, I really need ur help."
I neither answered Yes nor No, but that guy keep told me his life story.

He was asking me to phone his mother each year in the day he was passed away, just to told his mother that he's doing good in there and to give his mother a bravery to continue her life even though he was not by her side anymore.
1 year passed away.
I'm fill by confusion.
Now, I'm standing next to the public telephone.
I keep pick up and put back the receiver.
Can I do this??
Can I phone and talk to someone's mother and tell her a lie??
I'm fighting with myself for minutes.
Then, I pick up the receiver and dial the phone number.
An old woman picked up the phone, and I start.
"Mom, this is me."
"My son. How are you this last 1 year??  Are u fine??  Are u having enough money??  Can u sleep well at night??"
"MOm.  I'm fine. Don't worry bout me."
"Sometimes, I just want to accompany u in there."
"Don't say something like that Mom.  I'm really fine here.  Even now, I have a girlfriend.  She's a nice and a good girl.  I'm really happy.  U have to live this life with happy, k??"
That old woman keep crying and crying without say anything.  She just nodding her head.
"I have to go now.  Take care of yourself,k??  I'll call u later."
Till the end of the phone, that old woman keep crying coz of her longing to her son.

***
What did I said to that old woman is true.
I'm happy with my life and I'm having a nice and good girlfriend.
The most important is I Love Her.
Tonight, our anniversary.
She give me a hand-made sweater and she tell me to wear it.
Wanna know what I give her??
I give her a light hilt.  Hers is pink and mine is blue.
She like to play fighting with me using that light hilt like a historical Chinnese movie.
Funny??  Yeap, I think so.
But, I'm really in love with her.

We're knowing each other accidentally in a lift.
That day, I was going back from hospital after accident to my apartment.
I met her for the first time in the lift at my apartment.
Suddenly, the lift was out of order and she kept screaming.
I told her to calm down coz this kind of things often happen in my life and it was the third or fourth time this week.
Then she asked," Is that true??"
"Yea.  Because I'm thinking to repair the out-of-order lift by myself, I got fired from my office and now I'm a part time lift technician.  It's help u a lot if u can repair this kind of thing by urself."
"So why don't u repair it now??"
"Don't u see my leg's condition??  How can I repair it now??"
"So, what should we do??"
"Just what.  I'm sure that people will help us as soon as possible.  Just calm down."
"Ooohhh.."
"I'm Derick.  I'm also playing music in one of the pub.  If u have time, please come and visit me."
"But, u said that u're a lift technician, are u??"
"Yea, both of them."
She was silent for a moment then she continued,
"I'm Shinie."

U know what at that time, I was lied to her about my job as a part-time lift technician.  
I just want to comfort her and make her calm.
But, now she said that at that time, just by hearing my voice, she'll feel calm.

Today, I'm going to see doctor.  She will acompanny me to the hospital as well.
I'm getting a headache this recently week and I don't know that's going on.
She always support me and tell me that everything will be fine.
But, somehow, I just know, nothing gonna be alright.
And my feeling was right.
I'm not okay.  I'm having stadium-4 cancer and I need to do the operation to me as soon.
She's so angry to the doctor that saying the change for me to live is less than 30%.
But, I'm going to take the risk.  I want to be operated soon.

At apartment, as usual.
She will cook the lunch for me.  And u know what the lunch is??
Rice & 20 eggs.  It's her favorite menu.
And today, she's cooking instead of crying and wreaking out her emotion.
Then we sit down together to having our lunch, but she's keep crying.
She doesn't understand, why I can be calm as now, when I know that w can't live any longer.
She clean out the lunch, even though I'm not finish my lunch then she run out.
I know what she feel right now and I just want to give her some times.
I walk to my room, then I record an asking.

"To whoever out there, has the same voice with my voice, please sent me an email with ur voice sample.  I need to ask u to do me a favor.  If u don't mind, then I will tell u a story.  A story where this all begin.  I know that my life is not longer anymore and I'm not sure that I can pass the operation tomorrow.  If I can't pass tomorrow operation, please called my girlfriend every year after I passed away."

I just want to tell her in the first year, " I know u want to cry.  Don't mind, just cry out loud, but u have remember to eat, okay??  Because If u don't eat, u won't have power to cry."
In the second year, tell her,"A guy who willing to eat 20 eggs at once is a guy who really love u."
In the third year, u have said that, " Ur hand-made sweater is bigger not and the left and right hand not in the same size again."
In fourth year, "There's no people who got ability like a historical Chinnese movie.  U can't fight with people by using a light hilt."
In the five year, please tell her," I'm happy in here.  So, u have to live ur life in a happy way."
In the six year, tell her that, " I'll always love you and I know you do love me, too.  But, if u meet a guy who really love you, u should be with him, and I'm praying for u & him in here."

The day, I do my operation, she's accompany me.
She keep waving her hand to me as she know that I wouldn't be back anymore.

***

1 year passed away.
Telephone is ringing.
A girl who sit in the corner of the apartment, pick the phone.
"I know u want to cry.  Don't mind, just cry out loud, but u have remember to eat, okay??  Because If u don't eat, u won't have power to cry."

***
Finished